Netizen yang membaca surat itu pun emosi. Lantaran orang diduga membuang bayi itu dengan dalih menitip. Apalagi bayi itu tak dititipkan secara layak. Kasus pembuangan bayi ini telah ditangani Polres Tabalong.

BACA JUGA :Penemuan Bayi di Gudang Ponpes Hidayatullah Maburai, Berusia Satu Hari, Orangtua Tinggalkan Surat

"Napa meandak (ditaruh) di gudang pesantren jaka langsung nitip ke ustadznya baik2 pasti dharagukan (diterima)," tulis akun ini.

"Harusnya dikasih juga nama Bin nya tu. Spya tau itu kalau anak bukan hasil dari hubungan terlarang .. sekali lgi ini bukan menyalahkan anak nya, orang tua nya yg salah, dan harus d cari sampai dapat siapa yg menitipkan anak tsb," kata ilham.

Polisi Datang

Sementara itu pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari warga Ponpes yang menemukan bayi, yakni Naila (33) istri dari Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah.

Naila memberikan keterangan secara rinci kepada pihak kepolisian mengenai awal mula temuan bayi tersebut.

Dimana bayi ini diletakan di dalam tas hitam dan ditemukan di depan gudang milik Ponpes oleh dua orang santri Ponpes Hidayatullah.

Dalam tas tersebut, bayi ditinggal dalam keadaan berada di dalam tas dan dibalut kain jarik atau sarung panjang tanpa pakaian.

Isi lainnya yang ada di dalam tas yakni baju dan celana bayi serta selembar surat yang menerangkan informasi lahirnya bayi tersebut, yakni pada tanggal 2 Maret 2023.

Naila mengaku tidak tega melihat keadaan bayi yang ditemukan oleh santri Ponpes Hidayatullah.

Ia pun langsung mengeluarkan tubuh bayi usai mengambil gambar keadaan awal ditemukannya bayi tersebut.

"Saya tidak tega melihat bayinya dan langsung saya angkat dengan tangan gemetaran serta tangisan. Lalu saya mandikan," kata Naila.

Kondisi bayi ini sudah diperiksa oleh bidan setempat.

Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan sehat dengan berat badan dua kilogram dan tinggi 50 cm.
(wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor : DTM