“Tentu senanglah, karena kalau tidak dapatkan harus membeli,” ujar Wati, usai mengambil STB tersebut.
“Kalau membelikan harus keluar uang lagi, dan juga harganya lumayan mahal infonya itu,” lanjutnya.
Wati juga mengaku, awalnya tidak mengetahui kalau dirinya masuk dalam daftar pembagian STB tersebut.
Pasalnya, sebelumnya dirinya tidak pernah ada didata atau pun mendaftarkan diri dalam pembagian tersebut.
“Tidak tahu juga awalnya, tiba-tiba saja kemarin ketua rt datang dan memberi tahu agar hari ini ke kantor kelurahan untuk mengambil STB ini,” pungkasnya. (Qyu)
Editor Restu







