WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Tim penyidik pada Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Barito Kuala (Batola) memanggil beberapa orang sebagai saksi atas dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit dan pengelolaan dana operasional sejak tahun 2016  hingga 2022 pada PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Batola.

Kepala Seksi Intelijen  Kejari Batola, M Hamidun Noor mengatakan,  ada lima orang dari manajemen PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Batola yang dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa (14/2/23).

Pemeriksaan terhadap kelimanya berlangsung mulai pukul 11.00 Wita.

Pemanggilan itu atas dasar Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Barito Kuala Nomor : PRINT-01/O.3.19/Fd.1/02/2023 tanggal 09 Februari 2023.

Adapun lima saksi yang dipanggil itu, yaitu AR selaku Account Officer Kredit  PT Bank Perkreditan Rakyat Batola, MN selaku Plt Koordinator Unit Marabahan  PT Bank Perkreditan Rakyat Batola, lalu HA selaku Admin Umum atau Pelaporan  PT Bang Perkreditan Rakyat Batola.

Kemudian, ND selaku Admin Kredit pada  PT Bank Perkreditan Rakyat Batola dan BS selaku Accounting dan Pelaporan pada Tahun 2016 sampai bulan Juli 2019  PT Bank Perkreditan Rakyat Batola.

“Tujuan pemanggilan lima orang saksi tersebut untuk dimintai keterangan dan bukti atas dugaan tindak pidana korupsi pemberian kredit dan pengelolaan dana operasional sejak 2016 hingga  2022 pada  PT Bank Perkreditan Rakyat Batola,” ungkap M Hamidun Noor.

Hamidun Noor menjelaskan, perhitungan sementara dari operasi intelijen dugaan tindak pidana korupsi dari pemberian kredit dan pengelolaan dana operasional Bank Perkreditan Rakyat Batola sekitar Rp 2 miliar.

Menurutnya  PT Bank Perkreditan Rakyat Batola menerima penyertaan modal dari Pemkab Batola sekitar Rp 10 miliar dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sekitar Rp 750 juta.

“Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Barito Kuala untuk ditingkatkan ke Penyidikan pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Barito Kuala," pungkasnya.

Hingga berita ini diwartakan, wartabanjar.com masih berupaya mengonfirmasi dengan pihak BPR Batola. (ufx)