Setelah PHK Besar-besaran, Besok JD.ID Resmi Menutup Seluruh Layanannya

“Untuk hal ini, saya belum bisa memberikan statement,” kata dia lewat pesan singkat.

Sebelum menutup layanannya, JD.ID diketahui telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak dua kali pada tahun 2022 lalu. PHK pertama pada bulan Mei dan berikutnya di bulan Desember 2022.

Dalam catatan CNBC Indonesia, hanya pada bulan Desember 2022 pihak JD.ID membuka jumlah pegawai yang terdampak. Saat itu disebut totalnya mencapai 200-an orang atau 30% dari total seluruh pegawai.

Saat itu, Setya menjelaskan perusahaan mengambil langkah untuk menjawab tantangan perubahan bisnis. Termasuk adalah melakukan pemangkasan jumlah pegawai.

“Langkah adaptasi perlu diambil perusahaan untuk menjawab tantangan perubahan bisnis yang sungguh cepat belakangan. Salah satu Langkah yang diambil manajemen adalah melakukan perampingan agar perusahaan dapat terus bergerak menyesuaikan dengan perubahan,” kata Setya dalam keterangan resminya.

Minggu lalu, JD.id juga menutup layanan logistiknya JDLExpress Indonesia. Pihak perusahaan mengumumkan penutupan tersebut dalam situs resminya.

“LayananJDLExpress Indonesia nonaktif per tanggal 22 Januari 2023. Apabila terdapat kendala dengan pengiriman paketmu, silakan hubungi Customer Experience kami,” tulis pernyataan JDLExpress Indonesia, dikutip Jumat (27/1/2023). (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi