Namanya Disebut Richard Eliezer, Begini Tanggapan Menko Polhukam Mahfud MD

Sebelum itu, kata Mahfud, selama sebulan (sejak 8 Juli), pengakuan yang keluar dari Bharada E adalah saling tembak karena ditembak duluan.

“Tapi tanggal 8 Agustus itu, kamu bilang: itu pembunuhan,” ujar Menko Polhukam.

Sejak itu, lanjut Mahfud, semua akhirnya jadi terbuka, termasuk Ferdy yang kemudian mengaku sebagai pembuat skenario.

“Ingatlah setelah membuka rahasia kasus ini, kamu menyatakan bahwa hatimu lega dan lepas dari himpitan karena telah mengatakan kebenaran tentang hal yang semula digelapgulitakan. Kamu jantan, harus tabah menerima vonis,” tutup Mahfud.

Sebagaimana diketahui, Bharada Richard Eliezer menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo, Menkopolhukam Mahfud MD, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

Hal itu ia sampaikan pada akhir nota pembelaannya.

“Pada akhirnya perkenankan saya mengucapkan banyak terima kasih khususnya kepada bapak Presiden Joko Widodo, bapak Menkopolhukam Mafhud MD, Pimpinan Polri, yaitu Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit, bapak Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono, Bapak Kabareskrim Komisaris Jenderal Agus Andrianto, Bapak Komandan Korps Brimob Komisaris Jenderal Anang Revandoko yang juga telah saya anggap seperti orang tua saya sendiri,” ucap Eliezer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023). (edj)

Editor: Erna Djedi