“Itupun sudah pengurangan seperti sampah-sampah plastik dan lainnya,” ucapnya.
“Jadi untuk pengurangan itu ada sekitar 54 ton,” sambungnya.
Sementara itu, ada sekitar 200 pemulung yang terhitung mencari penghidupan di kawasan TPA Basirih tersebut.
Para pemulung tersebut juga dapat dikatakan sudah terbiasa memilah sampah bernilai untuk dijual pada pengepul sampah yang ada di kawasan tersebut.
Yang mana, menurut Kepala DLH Banjarmasin ini, peran pemulung TPA Basirih cukup membantu pihaknya dalam memilah-milah jenis sampah yang dihasilkan setiap harinya.
“Mereka yang ada di TPA itu sudah terdata di kita, serta hasil sampah yang mereka jual setiap harinya kita catat dan itu cukup membantu dalam pemilahan sampah” pungkasnya. (est)
Editor Restu







