“Tujuan digelarnya lokakarya festival panen hasil belajar yaitu calon guru penggerak dapat menjelaskan proses yang dialami dan praktek baik yang didapatkan selama mengikuti program guru penggerak dan berdampak pada murid. Calon guru penggerak juga dapat menjelaskan saran untuk pengembangan dari para pengunjung, dan juga membagikan hasil pembelajaran selama enam bulan dan dampaknya kepada diri sendiri dan kepada undangan lokakarya khususnya para kepala sekolah, komunitas daerah, maupun teman sejawat,” ungkap Eka.
Adapu hasil yang diharapkan melalui festival ini adalah calon guru penggerak mampu menganalisis penerapan program yang dibuat semala enam bulan, calon guru penggerak mampu mengidentifikasi hasil praktik baik dilingkungan pelajar maupun sekolah, dan perwakilan calon guru penggerak mampu menyampaikan hasil pembelajaran dikelas berbagi.
Kepala Balai Guru Penggerak Kalimantan Selatan, Abdul Kamil Marisi mengatakan guru pengerak adalah pasukan khususnya Dinas Pendidikan. Mereka di didik selama berbulan-bulan.
Untuk guru penggerak angkatan 1 s.d 4 di didik selama 9 bulan, dan bulan ke 10 melaksanakan panen hasil karyanya. Sedangkan angkatan ke 5 di didik selama 6 bulan, dan bulan ke 7 melaksanakan lokakarya panen hasil belajar dengan menunjukan produk-produk terbaik dari hasil pembelajaran yang mereka peroleh.
Guru penggerak adalah agen tranformasi bagi ekosistem pendidikan. Mereka memiliki peran diantaranya mendorong peningkatan prestasi akademik siswa, menjadi mentor bagi guru lainnya, mengajar dengan kreatif, dan menjadi teladan bagi yang lainnya.







