Pola ini, terinspirasi dari padang pasir yang berkilauan yang mengelilingi kota Qatar, serta warna trofi Piala Dunia dan pola Qatar.
Kemudian, aksen merah yang terang melengkapi grafik, mencerminkan arsitektur Qatar dan bendera negara.
Bola merangkum namanya, Al Hilm karena terhubung ke jam senja, di mana langit merah bertemu dengan pasir gurun saat senja, saat mimpi menjadi kenyataan di bawah lampu sorot Stadion Lusail, stadion untuk pertandingan final. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi
