Berikut kutipan keterangan saksi Tajerian Noor (S) dengan Penuntut Umum (PU):
PU : Apakah anda kenal dengan Rois Sunandar?
S : Saudara Mardani
PU : Kenal dengan Wawan Surya?
S : Teman sekolah Mardani H. Maming
PU : Kenal dengan Henri Soetio?
S : Kenal pada saat penyewaan alat berat ke PT. PCN milik dia
PU : Pernah dengar PT ATU?
S : Pernah
PU : Apakah pernah bertansaksi dengan Mardani PT. Bina Indo Raya (BIR)?
S : Saya diminta membangunkan pelabuhan batubara yg semua modal dari saya di tahun 2012
PU : Bagaimana kronologis nya?
S : Saya bertemu Mardani dan diminta untuk membangunkan pelabuhan PT BIR dengan modal Rp50 miliar.
PU : Apakah saat bupati menyarankan anda berkontribusi membangun pelabuhan?
S : Intinya Bupati menyuruh saya agar punya penghasilan pribadi
PU : Bagaimana anda tau dia menyarankan anda membuat pelabuhan itu untuk keuntungan pribadi?
S : Pada saat itu Mardani mengatakan untuk membuat pelabuhan tsb dan dia menjaminkan izin dan lahan dari Mardani dan modal dari saya semua.
PU : Berapa keuntungan yang anda dapat?
S : Saya hanya mendapat 5.000 metrik/ton sedangkan pelabuhan tersebut mendapat keuntungan 60.000 metrik/ton sehingga saya tidak terima
PU : Siapa pengguna pelabuhan ini?
S : Saya tidak tau
PU : PT. BIR ini milik siapa?
S : Milik Mardani, namun pelabuhan nya milik saya
PU : Pada saat bertemu di Bandara dengan Mardani saya disuruh agar menjual pelabuhan tersebut karena untuk IPO?
S : Iya karena saya ingin membantu teman saya jual pelabuhan tersebut Rp70 M
PU : Apakah anda pernah melakukan penjualan helikopter kepada Mardani?
S : Benar pak, pada saat ketemu Mardani daripada dia minjam terus mending dia beli dengan cash Rp. 22M namun dibayar nyicil.