WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Indonesia tengah menghadapi dilema akibat perang dagang yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pengamat ekonomi yang juga Direktur Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menilai kebijakan kenaikan tarif impor yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke sejumlah negara akan mengakibatkan perdagangan dunia turun tajam.
Hal itu juga akan menyeret ekonomi global masuk resesi, seperti terjadi di tahun 1930-an.
“Dalam kondisi seperti ini, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan produksi dan ekonomi dalam negeri. Indonesia juga perlu mengurangi impor, dan meningkatkan konsumsi domestik,” kata Anthony kepada Inilah.com, Jumat (4/4/2025).
Ketika prospek ekonomi suram, maka pasar saham akan masuk bearish atau tren penurunan. Dalam kondisi bearish, harga komoditas akan berguguran yang dampaknya terhadap ekonomi Indonesia sangat buruk.






