IKN Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Proyek Ambisius

Penundaan proyek karena pandemi telah membuat calon pendukung proyek ragu-ragu untuk berkomitmen. Belum lagi, sebagian besar pekerjaan pembangunan awal berfokus pada tahap awal seperti jalan dan jembatan.

“Investor mungkin masih ragu tentang bagaimana mereka dapat memperoleh keuntungan dari berinvestasi pada infrastruktur dasar semacam itu,” muat media itu lagi mengutip Dinarto.

Pengamat lain juga menyoroti bagaimana resesi menjadi isu penting. Ini membuat negara-negara “pemilik duit” lebih memprioritaskan agenda lokal masing-masing.

“Banyak negara sedang menghadapi resesi atau sudah dalam resesi karena perlambatan ekonomi global,” kepala ekonom PT Bank Central Asia kata David Sumual.

“Negara-negara terkaya pun cenderung memprioritaskan agenda domestik mereka sendiri,” kutipnya lagi.

Di sisi lain, disindir pula bagaimana Indonesia disebut kurang berprestasi di bidang ekonomi. Meskipun pasokan batu bara, logam, kelapa sawit, dan karet berlimpah, tingkat pertumbuhan dikatakan tertinggal dari negara tetangga seperti Vietnam dan Filipina.

“Korupsi, kroniisme, dan birokrasi yang lamban semuanya disalahkan atas kegagalan berulang negara untuk memenuhi targetnya yang tinggi,” tulisnya.

Beberapa kritikus juga disebut khawatir ibu kota baru menghadapi nasib yang sama dengan proyek Mass Rapid Transit (MRT). Proyek itu ditunda hampir 30 tahun karena masalah pembebasan lahan dan kendala pendanaan.