Bukti Amputasi Tertua pada Manusia Zaman Batu Ditemukan di Kalimantan

Analisis lebih lanjut yang dilakukan oleh Melandri Vlok, ahli paleopatologi dari University of Sydney, mengkonfirmasi adanya pertumbuhan tulang yang berhubungan dengan penyembuhan.

Hasil analisisnya menyimpulkan bahwa anggota badan itu telah diamputasi melalui pembedahan beberapa tahun sebelumnya ketika individu tersebut masih anak-anak.

“Hal ini merupakan sebuah kejutan besar bahwa pemburu purba ini selamat dari operasi yang sangat serius yang dapat mengancam keselamatannya, bahkan bekas lukanya pun telah tertutup dengan baik,” kata Vlok dilansir National Geographic.

Kelompok masyarakat ini telah tinggal selama bertahun-tahun di daerah pegunungan dengan mobilitas yang berubah dan bukti amputasi ini menunjukkan tingginya derajat kepedulian masyarakat.

Sebelumnya, penelitian arkeologi di wilayah Eurasia dan Amerika telah menemukan tulang manusia yang menunjukkan tanda-tanda adanya operasi amputasi pada zaman prasejarah, termasuk lubang yang dibor di bagian tengkorak (trepanasi).

Sebelumnya, bukti tertua adanya operasi amputasi pada manusia ditemukan pada kerangka berumur 7.000 tahun dari seorang petani Zaman Batu dari Perancis yang pulih setelah lengannya dipotong.

“Dibanding temuan-temuan sebelumnya yang umurnya lebih muda, penemuan bukti operasi amputasi pada manusia dari sekitar 31.000 tahun yang lalu di Kalimantan jelas memiliki implikasi besar bagi pemahaman kita tentang sejarah kedokteran,” ujar Maloney.

Sebelumnya, para ahli berasumsi bahwa manusia tidak memiliki keahlian dan teknologi untuk melakukan prosedur yang sulit seperti operasi amputasi, setidaknya hingga puluhan ribu tahun kemudian, atau setelah munculnya komunitas pertanian dan pedesaan yang mengubah tatanan kehidupan dalam 10.000 tahun terakhir.

“Pergeseran dari pola berburu dan mengumpulkan makanan ke bertani di akhir zaman es diperkirakan memunculkan masalah kesehatan yang sebelumnya tidak diketahui yang kemudian mendorong kemajuan teknologi medis, mungkin termasuk berbagai bentuk ‘operasi’ zaman batu,” kata Maloney. (edj/nat)

Editor: Erna Djedi