Miris, Siswa SD Dikeroyok Kakak Kelas Hingga Alami Koma, Videonya Viral

WARTABANJAR.COM, MALANG – Beredar video korban aksi kekerasan yang membuat miris, karena dilakukan oleh anak-anak yang masih ingusan.

Kejadian dalam video tersebut, diinformasikan di Malang.

Dalam video memperlihatkan seorang bocah dari Malang yang tengah koma, diduga dianiaya kakak tingkatnya di sekolah.

Unggahan itu ramai setelah video diunggah oleh tiktok @DhewiChua yang tak lain ibu korban.

Dalam video itu tampak bocah laki-laki mendapatkan perawatan medis dengan memakai selang oksigen di hidung.

Baca juga: Mahasiswi Bikin Pengakuan Temukan Bayi, Ternyata Anaknya Sendiri

Perekam video tersebut nampak memegang tangan bocah laki-laki itu dengan membacakan surat Al Fatihah.

Dalam video tertulis “klo inget pas koma.. ya Alloh. Saran aja buat sekolah2, tolong lebih lebih perhatian dg anak muritnya jangan sampai lalai, biar tidak terjadi hal yg dialami anak saya,”.

Video tersebut juga diunggah akun Instagram @infomalangan. “Bocah kelas 2 SD di Kepanjen, Kabupaten Malang, dikeroyok kakak kelasnya sampai koma,” tulis akun tersebut.

Dalam keterangan unggahan video tersebut, akun itu juga mengutip informasi dari media taligama.com.

Berdasarkan informasi tersebut, bocah laki-laki yang mengalami koma bernama Marcello Widy Frbrian (7). Bocah asal Desa Kalinyamat Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini mengaku dikeroyok kakak kelasnya.

“Dia dikeroyok oleh kakak kelasnya, kok tega kakak kelasnya,” ucap Ibu korban, Dewi Sulistyowati.

Baca juga: Polisi Tangkap Ketua KNPB Diduga Dalang Kerusuhan Dogiyai Papua

Menurut Dewi, Marcello mengaku dikeroyok oleh kakak kelasnya tersebut saat pulang sekolah. Pengakuan tersebut diakui Marcello sesaat sebelum tak sadarkan diri.

Dalam informasi itu, juga disebutkan bahwa sekolah Marcello berada di SDN 1 Jenggolo, Kecamatan Kepanjen. Kronologis kejadian korban sempat bercerita dianiaya pada Jum’at (11 Agustus 2022).

Baca Juga :   Viral Video Potong Bakso Eh Dagingnya Seperti 'Buntut Tikus' Langsung Muntahkan Isi Perut

Kronologi kejadian dari informasi akun tersebut juga diceritakan. Menurut Dewi, saat pulang sekolah, tepatnya di Jembatan Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, korban dikeroyok oleh kakak kelasnya.

Korban sempat mengeluh sakit di bagian kepala dan perutnya.

Kasie Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik mengatakan bahwa Unit PPA Polres Malang telah memeriksa sejumlah pihak terkait kejadian itu. Di antaranya dari pihak sekolah dan oknum kakak kelas yang menjadi pelaku pengeroyokan.

Dari pemeriksaan sampai saat ini, diketahui bahwa pelaku pengeroyokan ada sekitar 7 orang. Ketujuh orang tersebut semuanya kakak kelas korban yang masih satu sekolah dengan korban.

“Kejadiannya di sekitar Sengguruh. Saat pulang sekolah, korban ke sekitar lokadi kejadian, dan di sana sudah ditunggu oleh kakak kelasnya. Kemudian dilakukan penganiayaan atau pengeroyokan di situ,” jelas Iptu Taufik.

Setelah mengeroyok korban, ketujuh pelaku lantas meninggalkannya begitu saja. Hingga akhirnya, korban diantar oleh seseorang yang sedang mencari rumput untuk kembali ke sekolah.

Dari hasil pemeriksaan, sementara ini korban diketahui mengalami tindakan kekerasan di beberapa bagian tubuh. Seperti di dada dan kepala.

“Informasinya juga ada yang dipelintir, tapi untuk jelasnya, nanti bisa melihat hasil visum,” jelas Iptu Taufik.(berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU HARI INI