Malah, Lion Air tetap memiliki banyak peminat akibat jumlah rute penerbangan yang ditawarkan cukup tinggi dengan harga yang kompetitif.
“Namun, rendahnya skor Lion Air di-review oleh Bounce diakibatkan oleh minimnya layanan buy-onboard di Lion Air dan juga karena tingginya jumlah penerbangan yang ditunda,” tegas Gerry.
Diberitakan sebelumnya, Maskapai Lion Air Group, Lion Air dan Wings Air, memuncaki dua urutan teratas dalam daftar 10 maskapai terburuk di dunia pada 2022.
Hal ini menjadi citra buruk dunia penerbangan mengingat Lion Air Group berasal dari Indonesia.
Daftar tersebut merupakan hasil survei dari layanan travel Bounce.
Hasilnya dirilis dalam nama The 2022 Airline Index.
Perhitungan dilakukan kepada 50 maskapai penerbangan terbesar di dunia dan 12 maskapai penerbangan yang berbasis di AS.
Berdasarkan beberapa aspek yang disurvei, Lion Air menjadi maskapai penerbangan terburuk di dunia dengan nilai hanya 0,72 dari 10.
Sedangkan, skor yang didapat Wings Air adalah 0,11 dari 10. (berbagai sumber)
Editor: Yayu
Baca Juga: Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak Bakal Semprot Putin atau Wakilnya di KTT G20 Bali







