Sedangkan, kapasitas inverter 200 Watt digunakan untuk suplai daya peralatan medis dalam ambulans.
Peralatan Mini ICU yang lengkap seperti alat ventilator baik untuk anak maupun dewasa, monitor defibrillator dan electric suction juga tersedia untuk menunjang kelengkapan peralatan medis yang dibutuhkan.
Baca juga: Catat! 10 Titik Ganjil Genap di Bali Selama Pelaksanaan KTT G20
Fasilitas ambulans yang super lengkap ini menjadi lebih paripurna dengan keandalan juru mudi ambulans yang telah tersertifikasi Defensive Driving dan Basic Life Support, atau rangkaian upaya untuk mengantisipasi pasien henti nafas atau henti jantung.
Direktur Medis Pertamedika IHC, dr. Asep Saepul Rohmat, Sp.PD, KGEH, FINASIM, mengungkapkan, ambulans canggih ini adalah salah satu dari total 33 ambulans dengan berbagai tipe, yang disiapkan oleh Pertamedika IHC.
Tidak hanya ambulans modern, Pertamedika IHC juga menerjunkan sekitar 132 tenaga medis yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan perawat yang handal dan berpengalaman dalam berbagai event kenegaraan guna mendukung kesuksesan Presidency G20 ini.
“Tenaga dan fasilitas medis tersebut dipercaya oleh Pemerintah Indonesia untuk mengawal kesehatan para Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan berbagai negara serta undangan yang telah ditentukan selama masa perhelatan berlangsung,” jelas dr. Asep di sela pelepasan ambulans dan Tim Medis VVIP, di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.
Senada, Direktur Utama RSPP, dr. Theryoto, M.Kes, Sp.Ok, MARS, menambahkan, sebagian tenaga medis dikerahkan dari RSPP tidak akan mengurangi kualitas pelayanan di rumah sakitnya. Layanan RSPP tetap akan maksimal, sejalan dengan keandalan tenaga medis dan non medis, serta pemanfaatan teknologi terbaru, sehingga standar mutu pelayanan tetap tinggi.
Pertamedika IHC merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang layanan kesehatan. Perusahaan juga merupakan induk usaha rumah sakit BUMN, dimana saat ini menaungi 75 Rumah Sakit serta 143 klinik kesehatan di seluruh Indonesia. (edj/rls)
Editor: Erna Djedi







