Sebab, lanjutnya, durasi malam hari makin lebih kecil jika dibandingkan durasi siang di belahan selatan, ditambah tengah hari menjadi lebih maju.
Di sisi lain, bagi wilayah utara Indonesia, tengah hari lebih awal akan menyebabkan waktu terbenam Matahari (maghrib) maupun waktu isya lebih cepat daripada hari-hari lainnya.
“Terutama bagi wilayah utara Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Natuna (Provinsi Kepulauan Riau), Kalimantan Utara, dan Kepulauan Sangir-Talaud (Sulawesi Utara),” papar Andi.
Hal ini dikarenakan durasi malam hari yang semakin lebih besar jika dibandingkan dengan durasi siang hari untuk belahan utara, ditambah juga dengan tengah hari yang datang lebih awal. (edj/kps)
Editor: Erna Djedi







