Dolar AS Melemah, Rupiah Justru Anjlok ke Angka Rp15.646

Misalnya, poundsterling Inggris menguat 0,13 persen, franc Swiss 0,09 persen, euro Eropa 0,07 persen, dolar Kanada 0,21 persen, dan dolar Australia 0,31 persen.

Analis DCFX Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah sebenarnya berpeluang menguat karena dolar AS melemah dan imbal hasil obligasi AS yang turun.

“Dolar AS yang melemah oleh ekspektasi pasar apabila The Fed ‘mungkin’ akan memberikan sinyal untuk mengurangi tingkat kenaikan pada suku bunga,” ungkapnya.

Karena itu, rupiah sempat mengalami rebound karena didukung oleh ekspektasi pasar terkait bank sentral AS (The Fed) yang akan memberikan sinyal untuk mengurangi kenaikan suku bunga acuan.

“Tapi hal itu ternyata tak bisa dimanfaatkan, sehingga rupiah tetap melemah,” pungkasnya. (berbagai sumber)

Editor: Yayu