Sebelum pergi ke Madinah, beliau sudah menjadi guru agama negeri di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (1962 – 1965). Adapun karir dan jabatan lainnya dalam bidang pendidikan adalah pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai (1983- 1989), Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakha Amuntai (1989- 2001), Dosen Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta tahun 1989 – 1990. Beliau juga menjadi Dosen Terbang Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya (1997- 1998) dan Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai (sejak tahun 2000- sampai sekarang).

Dalam keorganisasian beliau pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara, Ketua Dewan Pertimbangan dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ketua Yayasan serta pendidik pada ”Ummul Qura Az-Zahra” Amuntai (2012- sekarang) dan Dewan Pembina Yayasan Ummul Qura Banjarmasin (2015 – sekarang), Pendidik pada Ma’had Aly az-Zain Bogor, Dewan Penasehat Pondok Pesantren (Ma’had) Yasin di Banjarbaru dan Muara Teweh, dan lain-lain.

Dengan kepakaran beliau dalam bidang hadits dipercaya menjadi Tim Penyusun Kompilasi Hukum Islam (KHI). Menjadi pembicara dalam berbagai forum ilmiah, serta mengisi pengajian rutin di beberapa majelis taklim, diantaranya di Majelis Taklim “al-Ma’arif” Amuntai, Majelis Taklim Langgar “Syi’arul Muslimin” Paliwara, Majelis di Pesantren “Ummul Qura” Amuntai, dll, Disamping itu, beliau juga aktif di kegiatan jama’ah tabligh hingga dapat melakukan dakwah ke beberapa negara seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Thailand, Singapura (wilayah Asean), juga ke Jepang, India, Pakistan dan Banglades. (Aqu/adpim)

Editor Restu