Banjir di Desa Ranggang Kabupaten Tanah Laut Capai Lutut

La Nina sendiri adalah fenomena mendinginnya suhu permukaan laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di bawah kondisi normalnya.

Di sisi lain, pendinginan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tersebut diikuti oleh menghangatnya suhu permukaan laut di perairan Indonesia sehingga menggiatkan pertumbuhan awan-awan hujan dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

Fenomena ini sudah dimulai pada pertengahan 2020 dan diprediksi akan tetap berlangsung hingga akhir 2022 dan kemungkinan berlanjut hingga awal 2023 mendatang, sehingga dinamai “Triple Dip”.

“Triple Dip La Nina adalah fenomena unik. Masyarakat dan Pemerintah pusat hingga daerah perlu mewaspadai bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, bandang, angin kencang, cuaca ekstrem, dan tanah longsor,” tutur Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangan resminya dikuthip wartabanjar.com pada Senin (17/10/2022).(aqu)

Baca Juga

Viral Guru Aniaya Siswa Dipukul dan Ditendang di Kelas

Editor Restu