WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Markas Damkar Sektor Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan mendadak berubah fungsi menjadi ruang penanganan darurat medis non-kebakaran setelah seorang siswa SMP mengalami insiden terjepit engsel pintu pada Rabu (29/4/2026).

Insiden yang terjadi di Tanah Laut ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, bahkan pada benda yang dianggap sepele.

Kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WITA, saat rombongan dari SMP Desa Nusa Indah mendatangi kantor piket Damkar dalam kondisi panik.

Jari manis salah satu murid terjebak di dalam lubang engsel pintu dan tidak dapat dikeluarkan secara mandiri, hingga menyebabkan pembengkakan yang cukup mengkhawatirkan.

Kondisi jari yang kian membesar memaksa Tim Damkar bertindak cepat agar tidak terjadi cedera permanen.

Operasi penyelamatan presisi ini dipimpin oleh personel Jon Barnes Sijabat dan Jaidi Rijani.

Alih-alih menggunakan selang air, petugas harus berjibaku dengan alat potong logam untuk membebaskan jari siswa tersebut dari cengkeraman material besi.

Ketelitian tingkat tinggi diperlukan dalam proses ini.

Selama kurang lebih 40 menit, petugas melakukan pemotongan secara perlahan demi menghindari luka tambahan.

Ketegangan baru berakhir sekitar pukul 10.45 WITA ketika logam engsel tersebut akhirnya berhasil dilepaskan sepenuhnya.

Meskipun jari korban mengalami bengkak akibat tekanan logam, misi tersebut dinyatakan sukses tanpa cedera serius.

Kejadian ini kembali membuktikan bahwa fungsi petugas pemadam kebakaran saat ini telah bertransformasi menjadi unit penyelamatan serbaguna yang menangani berbagai persoalan tak terduga di masyarakat.

Eko Prasetio, selaku Anggota Damkar Tanah Laut, menegaskan kesiapan timnya dalam menghadapi berbagai situasi darurat di wilayah tersebut.

​"Damkar Tanah Laut siap membantu apa saja, mulai dari memadamkan api asmara yang salah alamat hingga urusan engsel pintu yang gagal 'move on' dari jarimu," ujarnya. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor: Yayu