WARTABANJAR.COM – Belum mampunya Rusia menaklukkan Ukraina, membuat Presiden Vladimir Putin terus melakukan berbagai strategi untuk meraih kemenangan.
Terbaru, Vladimir Putin menunjuk Jenderal Sergey Surovikin untuk memimpin perang di Ukraina.
Penunjukan itu, di saat militer Rusia dinilai mengalami kemunduran dalam perang melawan Ukraina, dan meningkatnya ketidakpuasan di Rusia atas invasi ke negara tetangganya.
Penunjukan Surovikin, pada Sabtu, 8 Oktober 2022, dilakukan setelah pemecatan dua komandan militer senior Rusia, karena Kiev telah memenangkan kembali wilayah yang hilang dari Rusia di timur laut dan selatan Ukraina.
Moskow menderita pukulan besar setelah penghancuran sebagian Jembatan Kerch, penghubung utama antara Rusia dan Krimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014.
Jenderal Surovikin lahir pada tahun 1966 di kota Novosibirsk di Siberia, diumumkan sebagai kepala kelompok militer selatan Rusia dalam perangnya melawan Ukraina pada bulan Juni.
Dia menerima gelar Pahlawan Rusia dan dianugerahi medali untuk layanannya di Suriah pada tahun 2017, di mana ia memimpin ekspedisi militer Rusia sebagai komandan Pasukan Dirgantara.
Pria itu juga dikenal benar-benar kejam di militer Rusia, menurut sebuah laporan (PDF) oleh Jamestown Foundation, sebuah think-tank kebijakan pertahanan Amerika Serikat (AS).
“Surovikin membuat kariernya menanjak di antara para pejabat atas staf umum dan Kementerian Pertahanan setelah 2008, selama reformasi militer radikal yang membutuhkan kekejaman,” tulis laporan itu, dikutip dari Al Jazeera, Senin, 10 Oktober 2022.







