WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Sejumlah wahana wisata baru terus bermunculan di Kota Banjarbaru.

Kini di Kota Banjarbaru hadir sebuah wahana yang juga menawarkan keindahan alam dipadu dengan teknologi. Alaska Park, begitu nama wahana wisata baru ini.

Berbeda dengan sejumlah wahana wisata alam yang ada sebelumnya Alaska Park menyajikan pula kecanggihan teknologi.

Ya, di wahana ini pengunjung bisa menyaksikan sejumlah reflika hewan purba.

Menariknya, reflika hewan purba yang ditampilkan ini tidak sekadar patung diam, melainkan bisa bergerak dan mengeluarkan suara layaknya hewan hidup.

Cukup membayar HTM 25 ribu/orang, di tempat wisata ini terdapat berbagai jenis replika Dinosaurus bersuara, yang akan membuat pengunjung seolah-olah bertemu Dinosaurus langsung, dijamin akan menjadikan wisata ini sebagai tempat yang menyenangkan, apalagi dikunjungi bersama anak – anak.

Selain Dino Park, Alaska Park menyajikan wisata asyik dengan berbagai wahana yang unik diantaranya, Ghost Forest, serta Taman Nuansa Jepang.

Alaska Park yang namanya terinspirasi dari Alas Karet ini, diresmikan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin di Cempaka, Banjarbaru, Kalsel, pada (3/10/2022) Senin pagi.

“Alaska Park bisa menjadi wisata kebanggaan Kota Banjarbaru,” katanya.

Ia menginginkan agar keamanan pengunjung terjamin, dan wahana-wahana di Alaska Park selalu dijaga dan dirawat.

“Wahana yang ada agar selalu dijaga dan dirawat,” imbuhnya.

Masih kata Aditya, ia mendukung penuh hadirnya Alaska Park dan tempat-tempat wisata baru lainnya, karena investasi tersebut sangat berperan untuk kemajuan Kota Banjarbaru, terlebih sekarang Banjarbaru sudah ditetapkan sebagai ibu kota Kalsel.

“Investasi-investasi seperti ini sangat kita harapkan untuk pembangunan di Kota Banjarbaru,” tuturnya.

Sementara itu, Wahidah, sebagai owner Alaska Park menjelaskan, masyarakat sekitar ikut berperan dalam menjalankan Alaska Park.

“Yang menikmati keuntungan buhan hanya manajemen, tetapi masyarakat sekitar ikut dilibatkan,” ucapnya.

Diinformasikan, karyawan Alaska Park berjumlah 50 orang yang sebagian besar diisi oleh masyarakat sekitar. (edj/mc)

Editor: Erna Djedi