WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari memberlakukan perkuliahan tatap muka 100 persen, setelah sempat selama dua tahun daring dan terbatas akibat pandemi.

Peresmian dimulainya masa perkuliahan tahun 2022 ditandai dengan studium general di Auditorium Mastur Jahri, Senin (5/9/2022), dibuka Rektor UNI Antasari, Prof Dr H Mujiburrahman, MA, dihadiri para pejabat masing-masing fakultas.

Rektor menyambut dengan semangat tahun akademik baru ini, di 2022/2023, yang kembali bisa beraktivitas seperti sedia kala, setelah lama dilangsungkan secara hibrida (luring/daring).

Rektor mendorong civitas academica untuk ikut pula bersemangat menjalani kehidupan kampus yang lebih semarak, dengan menjalankan kewajiban lewat kerja bersungguh-sungguh, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Swt., atas relatif terkendalinya Virus Corona.

“Para mahasiswa menjadi orang-orang yang berilmu dan berwawasan luas, karena menjalankan kewajibannya belajar dengan sungguh-sungguh. Sementara orangtua memberikan biayanya sebagai kewajibannya menafkahi anaknya. Dan kami dosen-dosen ini melayani dan mengajari anda sebagai kewajiban kami juga,” tegas Rektor saat memberikan sambutannya.

Lebih lanjut, lulusan S-3 Universitas Utrecht Belanda ini juga meminta para mahasiswa agar terus meluruskan niat, sehingga bisa menjadikan ilmu yang didapat lebih bermanfaat bagi umat.

“Bermanfaat artinya mendatangkan kebaikan, dan kebaikan itu menurut agama kita identik dengan kebahagiaan,” urai lulusan S-3 Universitas McGill Kanada tersebut.

Rektor pun mengaku beruntung, bisa mendatangkan pakar linguistik yang juga Dosen UIN Antasari, Dr. Saifuddin Ahmad Husin, M.A., untuk mengisi pembukaan kuliah ini, dengan tema Bahasa sebagai Ekspresi Budaya Lokal dan Global”.

Acara ini juga diikuti peserta secara daring lewat aplikasi Zoom Meeting, yang tembus 500 partisipan, belum lagi sekitar 3.000 penonton di Kanal YouTube.

Selanjutnya, pembukaan kuliah juga siap dimulai di Kampus 2, pada 12 September, seiring persiapan di gedung-gedung yang telah rampung dibangun. (edj/rls)

Editor: Erna Djedi