
Purnama terjadi ketika Bulan dan Matahari saling berhadapan dan sinar Matahari menyinari Bulan secara langsung.
Dengan demikian, mungkin sulit untuk melihat fitur di permukaan Bulan secara detail selama purnama karena kurangnya bayangan.
Supermoon terjadi ketika purnama bertepatan dengan pendekatan terdekat bulan ke Bumi dalam orbitnya yang dikenal sebagai perigee.
Menurut Farmer’s Almanac dan ahli gerhana yang juga pensiunan astrofisikawan NASA, Fred Espanak, definisi supermoon adalah Bulan purnama dalam 90% dari pendekatan terdekatnya ke Bumi.
Tahun ini, ada empat supermoon, tiga di antaranya sudah kita lihat pada Mei, Juni, dan Juli lalu, sehingga Agustus ini akan menutup supermoon tahun 2022.
Di tahun 2023, kita juga akan melihat empat supermoon secara berturut-turut, demikian juga di 2024.
Sedangkan di 2025, supermoon-nya akan terjadi tiga kali berturut-turut. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal
Editor: Yayu Fathilal







