Aktivitas Gunung Raung Meningkat dari Normal Jadi Waspada, Warga Diimbau Jauhi Kawah Radius 3 Km

Masyarakat di sekitar G. Raung diharap tenang tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Raung, dan agar senantiasi mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember.

Pemerintah Daerah dan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Pos Pengamatan Gunungapi Raung.

Gunungapi Raung muncul di lereng sebelah barat kompleks Kawah Ijen, dengan tinggi puncaknya 3332 m di atas permukaan laut. Kawah G. Raung terletak di bagian dasar kalderanya dan sampai sekarang masih memperlihatkan aktivitas, yaitu ditandai dengan adanya hembusan solfatara/fumarola.

Pada 27 November 2020, tingkat aktivitas Gunung Raung diturunkan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) setelah tidak teramati adanya hembusan gas serta jenis gempa yang terekam hanya gempa Tektonik jauh dan gempa Tektonik lokal.

Kegiatan vulkanik Gunung Raung dipantau dari Pos PGA yang terletak di bagian tenggara G Raung, yaitu di Dusun Mangaran, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songon, Kanupaten Banyuwangi, pada ketinggian 650 m dpl.

Gunung api Raung pada perioda 1 – 27 Juli 2022 terlihat jelas hingga tertutup kabut.

Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang, tinggi sekitar 50 – 400 meter dari puncak.

Pada tanggal 27 Juli 2022, pukul 17.19 WIB terjadi erupsi terekam pada sesimograf, namun secara visual dari pos tertutup kabut, berdasarkan laporan warga dari sisi lain tinggi erupsi diperkirakan 1000-1500 meter di atas puncak.

Anomali panas yang terdeteksi oleh citra satelit Terra dan Aqua di permukaan kawah terdeteksi pada tanggal 28 Juli 2022 sebesar 2 mW dan yang mengindiikasikan dinamika magma pada perukaan kawah G. Raung.

Jenis gempa yang terekam selama periode 1 hingga 26 Juli 2022 yaitu Gempa Hembusan, Tremor, Tektonik Lokal dan Tektonik Jauh, dengan rincian 377 kali gempa Hembusan, 18 kali gempa Vulkanik Dangkal, 8 kali gempa Tektonik Lokal, 264 kali gempa Tektonik Jauh, dan gempa Tremor menerus dengan amplituda 0.5-8 mm (dominan 1 mm). Pada tanggal 8 – 19 Juli 2022 terjadi peningkatan Gempa Hembusan hingga mencapai rata rata 28 kejadian per hari. (edj)

Editor: Erna Djedi