Jelang Puncak Haji 1443 H/2022 Masehi, Jemaah Calon Haji Indonesia Diimbau Tak Lakukan Perjalanan Jauh
WARTABANJAR.COM, MEKKAH- Saat ini para jemaah calon haji telah tiba di Arab Saudi.
Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji, para jemaah calon haji Indonesia diimbau tidak melakukan perjalanan jauh di Mekkah karena akan ada pemeriksaan terkait perizinan (tasrih).
Kepala Daerah Kerja Makkah, Mukhammad Khanif di Mekkah, Arab Saudi, Minggu (26/6/2022) mengatakan, imbauan tersebut diserukan agar para jemaah haji tidak mengalami kesulitan saat melaksanakan ibadah haji.
"Jangan sampai, ketika tidak ada izin untuk melakukan perjalanan, jemaah haji juga mengalami kesulitan tentang pengamanan di jalan," ujarnya.
Selain itu, imbauan para jemaah untuk tidak melakukan perjalanan jauh karena beberapa hari lalu ada kejadian rombongan jemaah yang ditahan terkait tasrih atau perizinan.
Saat itu, katanya, ada satu rombongan yang mengambil miqat (batas) untuk umrah sunah tetapi jauh dari Kota Makkah.
Akibatnya, para jemaah tersebut ditahan sehingga harus dijemput oleh maktab jemaah haji mereka.
Baca Juga:
Kecelakaan Maut di Anjir Km 3, Warga Pelaihari ini Meninggal, Berikut Identitas Korban
"Ini memerlukan waktu dan akan mengganggu kenyamanan jemaah. Jadi, sebelum melakukan perjalanan, semestinya jemaah ajukan permohonan izin ke maktab yang melayaninya sehingga dalam perjalanan tidak ada masalah," ujar Khanif.
Khanif mengatakan, tahun ini Arab Saudi mengetatkan pelaksanaan ibadah haji 2022 kepada para jemaahnya, salah satunya terkait tasrih.
Pengetatan tasrih tersebut juga terlihat dari aktivitas di lokasi-lokasi check point menuju Kota Mekkah.
"Ini memang diperuntukkan bagi seluruh kendaraan yang masuk akan diperiksa dan ditanyakan tasrihnya. Mungkin penduduk Mekkah ada pengecualian, tapi kalau dari luar pasti akan ditanya," ujarnya.
Dengan adanya pengetatan tersebut diharapkan lalu lintas di Kota Mekkah tidak macet menjelang puncak haji.
Pasalnya, seluruh jemaah akan berangkat ke Arafah hingga proses puncak haji dan kembali lagi ke Mekkah. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal