Kalsel Terima 38 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi Terdiri Lima Jenis

Pupuk Indonesia juga telah menginstruksikan kepada distributor dan kios resmi untuk mengikuti regulasi pemerintah setempat dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Roh Eddy juga menegaskan bahwa Pupuk Indonesia tidak akan segan memberikan sanksi hingga pemberhentian kerja sama kepada distributor dan kios resmi yang kedapatan terlibat dalam penyelewengan pupuk bersubsidi. Pupuk Indonesia juga siap mendukung aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus penyelewengan
pupuk bersubsidi yang terjadi di wilayah di Kalimantan Selatan.

“Kami tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada siapa pun di jaringan distribusi kami jika terlibat dalam penyalahgunaan pupuk bersubsidi,” tutup Roh Eddy.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, hingga saat stok pupuk Indonesia masih banyak, tinggal bagaimana cara kita merelokasikannya agar bisa tepat sasaran.

Oleh sebab itu, Ia meminta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan yang lebih baik lagi, agar pendistribusian pupuk bersubsidi bisa sampai kepada tangan yang tepat.

“Jangan sampi tidak tepat sasaran, karena kalau tidak tepat sasaran, maka tanamannya akan mengalamai penurunan produksinya,” kata Syamsir.

Untuk kedepannya, tutur Syamsir, kita akan menyiapkan provinsi Kalsel sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN), yang mampu sebagai penyiap pangan utamanya.

“Sesuai dengan arahan Gubernur kita, mulai sekarang kita harus menyiapkan surflus kita, tidak hanya di 500 bahkan lebih. Sehingga dapat menjadi penyiap pangan bagi masyarakat di IKN nantinya,” pungkasnya. (qyu)

Editor: Erna Djedi