“Selain itu kita juga berkoordinasi dengan pemilik kosan, agar bangunan ini bisa segera dirubuhkan, karena dapat membahayakan warga sekitar dan juga bangunan yang ada disebelahnya,” kata Andy.
Pasalnya, kalau tidak dirubuhkan, dikawatirkan bangunan tersebut akan rubuh sepenuhnya, kemudian menimpa bangunan yang ada di sebelahnya, bahkan menimpa warga yang berada disekitar bangunan tersebut.
“Kalau rubuh sepenuhnya memang belum, namun saat ini kondisinya sudah amblas sekitar 70%, jadi ada indilasi untuk rubuh sepenuhnya. Karena untuk kondisi bangunan rumah memang terbilang sudah parah,” ungkap Andy.
Sementara untuk proses merubuhkan bangunan tersebut, pihak BPBD menyarankan pihak pemilik bangunan dapat berkoordinasi dengan pihak yang lebih berpengalaman, agar dapat berjalan dengan baik dan aman.
“Jadi pemilik rumah dapa meminta bantun tukan atau yang lebih paham dan berpengalamanlah, agar tidak membayakan warga dan juga bangunan yang disekitar,” pungkasnya.
Diketahui pemilik bangunan Hj Erni, diperkirakan dalam kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 2 Miliar.(qyu)
Editor Restu







