Satelit Satria-1 ini akan diandalkan pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur digital Indonesia termasuk di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dan Perbatasan.
Satelit Satria-1 yang memiliki kapasitas 150 Gbps akan mendukung penyebaran akses layanan internet di 150 ribu titik lokasi layanan publik.
Thales Alenia Space selaku produsen satelit Satria-1 disebut sedang menjajaki ketersediaan transportasi lain untuk membawa satelit Satria-1 dari Prancis ke Amerika Serikat.
Anang juga mengatakan sejauh ini jadwal peluncuran satelit Satria-1 masih belum berubah. Rencananya peluncuran dilakukan pada pertengahan 2023 dan ditargetkan beroperasi pada November di tahun yang sama. (*)
Editor: Erna Djedi







