“Total terjebak macet 12 jam. Dari mulai berangkat Minggu malam pukul 18.30 WIB dan baru tiba di Puncak, Senin (28/2) pagi sekitar pukul 07.49 WIB,” katanya.
Indri mengaku baru pertama kali mengalami macet parah hingga terjebak belasan jam.
Dia bahkan sempat ingin memutar balik untuk kembali ke Jakarta.
Karena terjebak macet hingga 12 jam, dia merasa kesal, marah, lapar hingga mengantuk sepanjang perjalanan.
Dia kemudian meminta pemerintah setempat memperketat lagi aturan ganjil-genap saat libur panjang seperti ini agar kemacetan parah tak terulang.
Sementara di Twitter, ada lagi netizen yang mengeluhkan terjebak macet parah di Puncak hingga membuat perjalanannya dari Jakarta ke Puncak 17 jam.
“Healing kita.. heaaaling. Jkt- Puncak 17 jam” tulis akun @inf***.
Healing kita.. heaaaling.
— @InfoJakarta (@infojakarta) February 28, 2022
Jkt- Puncak 17 jam. pic.twitter.com/qNmmmEoWeQ
(brs/berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal







