WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan lima putusan yang berisi sanksi atas sejumlah pelanggaran dalam pertandingan BRI Liga 1.
Putusan Komdis PSSI tersebut, diberikan kepada tim, pelatih dan manajer
Dikutip dari laman resmi PSSI, adapaun sanksi tersebut diberikan kepada tiga tim dan dua pelatih/manajer.
Tiga yang mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI, yakni PSS Sleman, Borneo FC, dan Persipura Jayapura.
Sedangkan dua pelatih dan manajer, yakni Andri Dauri Husain (Manajer Borneo FC), dan
Fakhri Husaini (Pelatih Kepala Borneo FC).
Masih dikutip dari laman resmi PSSI, PSS Sleman mendapat sanksi atas pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada 29 Januari 2022.
PSS Sleman dijatuhi sanksi atas tingkah laku buruk pemain.
Dalam pertandingan tersebut ada 5 (lima) orang pemain mendapatkan kartu kuning.
Komdis PSSI menghukum PSS Sleman dengan sanksi denda Rp 50 juta.
Sementhara, Tim Borneo FC mendapat hukuman berupa terguran keras karena pada saat babak kedua, salah satu pemain tim Borneo FC tidak menggunakan badges BRI Liga 1 di lengan kanan jersey.
Hal ini terjadi saat pertandingan melawan Bali United pada 29 Januari 2022.
Kemudian Tim Persipura Jayapura, juga mendapat sanksi teguran keras.
Komdis menilai, Persipura telah melakukan pelanggaran ringan, yakni protes secara berlebihan terhadap perangkat pertandingan hingga menuju lorong ruang ganti.
Pelanggaran ini dilakukan pada saat pertandingan melawan Arema FC pada 28 Januari 2022.
Sedangkan dua oficial dari Borneo FC, Andri Dauri Husain dan Fakhri Husaini, mendapat teguran keras karena melakukan protes keras secara berlebihan saat laga melawan Balin United pada 29 Januari 2022. (edj)