Satu dari 33 orang itu berstatus suspek COVID-19 jenis varian Omicron.
Warga suspek Omicron itu dikabarkan bepergian keluar kota dan ada acara keluarga, dia sempat juga jalan-jalan ke Anyer dan Puncak.
Balik dari situ, setelah di tes swab hasilnya positif dan setelah dilakukan genome (sequencing), ternyata suspek Omicron, tapi dia transmisi lokal.
Setelah satu orang itu diketahui positif COVID, Kelurahan Krukut pun melakukan tracing.
Hasil awal, ada 13 orang positif COVID-19 dari tes antigen.
“Kalau kasus positif kita kan langsung tracing ya, karena pas dari kasus pertama jumlah pasien pertama itu kita tracing awalnya 13 orang dan dibawa ke Wisma Atlet,” kata Ilham.
Saat ini, 13 orang itu dibawa ke RSDC Wisma Atlet guna menjalani isolasi mandiri.
Kemudian dilakukan tracing kedua dan ditemukan 20 warga lainnya positif COVID-19, sehingga total 33 orang positif COVID dan dibawa ke Wisma Atlet.
“Kemudian di hari berikutnya, kita tracing lanjutan secara ke rumah-rumah. Jumlahnya ternyata bertambah 20 orang. Jadi secara total ada 33 orang yang dibawa ke Wisma Atlet,” jelasnya. (brs/berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal







