- Provinsi Jawa Barat menambahkan 45 orang dan kumulatifnya 693.024 orang
- DKI Jakarta menambahkan 32 orang dan kumulatifnya 850.688 orang
- Jawa Timur menambahkan 22 orang dan kumulatifnya 369.979 orang
- Jawa Tengah menambahkan 19 orang dan kumulatifnya 455.380 orang
- Nusa Tenggara Timur menambahkan 15 orang dan kumulatifnya 62.722 orang.
Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi.
- Kepulauan Riau menambahkan 70 kasus dan kumulatifnya 53.968 kasus, diikuti
- Jawa Barat menambahkan 51 kasus dan kumulatifnya 708.537 kasus
- DKI Jakarta menambahkan 38 kasus dan kumulatifnya 864.527 kasus
- Jawa Timur menambahkan 23 kasus dan kumulatifnya 399.844
- Sulawesi Tengah menambahkan 22 kasus dan kumulatifnya 47.227 kasus.
Selain itu, per hari ini terdapat 5 provinsi yang menambahkan kasus kematian. Yaitu
Riau menambahkan 3 kasus dan kumulatifnya 4.120 kasus. Sementara 5 provinsi lainnya menambahkan masing-masing 1 kasus. Diantaranya, Jawa Tengah dengan kumulatifnya 30.263 kasus, DI Yogyakarta dengan kumulatifnya 5.269 kasus, Sumatera Selatan dengan kumulatifnya 3.073 kasus serta Sulawesi tengah dengan kumulatifnya 1.604 kasus,
Disamping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 59.625.804 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.897.237 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 50.084.879 spesimen. Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,16% dan positivity rate spesimen mingguan (5 – 11 Desember 2021) di angka 0,12%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 26 spesimen.
Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 214.267 orang dan kumulatifnya 40.090.094 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 35.829.946 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 213.976 orang. Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 0,14% dan positivity rate orang mingguan (5 – 11 Desember 2021) di angka 0,09%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.(aqu)
Editor Restu







