Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana, Kapolres Tuntut Anggota Peka

WARTABANJAR.COM, BARABAI –  Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah melanda tujuh kecamatan dan puluhan warga terdampak mengungsi, Minggu (28/11/2021). Bupati HST, Aulia Oktafiandi menetapkan Status Tanggap Darurat hingga tujuh hari kedepan.

“Mengingat kenaikan air dan sudah banyak warga mengungsi dan terisolir  dan mengharapkan bantuan, maka mulai 28 November sampai tujuh hari kedepan Kabupaten Hulu Sungai Tengah berstatus Tanggap Darurat,” katanya.

Saat menyampaikan status Tanggap Darurat itu, dirinya didampingi Kapolres HST, AKBP Sigit Hariyadi, serta BPBD HST.

Bupati memerintahkan para SKPD mulai bergerak dan bekoordinasi menyelamatkan warganya.

Istimewa : Bupati HST, Aulia Oktafiandi mengumunkan status tanggap darurat bencana di HST, Minggu (28/11/2021).

Sementara itu, Bhabinkamtibmas, Bhayangkara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat merupakan petugas Kepolisian terdepan dalam pelayanan bidang kepolisian masyarakat di desa, dalam keadaan darurat bersama instansi terkait melaksanakan tindakan pertama di wilayah tugasnya.

Aiptu Nanang Purnomo yang merupakan Bhabinkamtibmas Desa Mandingin  pada saat banjir melakukan  kegiatan sinergi dengan Personil Polres HST lainya, personil BPK Rama serta didampingi Camat Barabai, membagikan nasi bungkus bagi pengungsi yang berada di langgar Darul Huda RT. 9 Desa Mandingin, (28/11/2021).

Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Sigit Hariyadi melalui kasi Humas Polres HST Iptu, Soebagiyo mengatakan bahwa peran Bhabinkamtibmas di desa binaan dituntut peka atas kejadian di daerah tugasnya.

“Mereka juga harus bersinergi dengan seluruh elemen kemasyarakatan serta di tuntut untuk mampu mengambil keputusan yang tepat dalam tindakan pertama sehingga tercipta perasaan terayomi dan terlindungi bagi warga binaanya,” katanya Iptu Soebagiyo.

Data dari Kodim 1002/HST,

Adapun lokasi terdampak banjir :

1. Kecamatan Batang Alai Selatan

     a. Desa Cukan Lipai.

      – Situasi ;  Ketinggian air 15-25 cm,

      – Pengungsi ; nihil

     b. Desa Tanah Habang.

     – Situasi ; Ketinggian air 15-25 cm,

     – Pengungsi ; nihil

2. Kecamatan Pandawan

    a. Desa Jaranih Kec. Pandawan .

    – Situasi ; Ketinggian air 10-45 cm

    – Pengungsi ; nihil

    b. Desa Masiraan

    – Situasi ; Ketinggian air 10-45 cm

    – Pengungsi ; nihil.

    c. Desa Kayu Rabah.

    – Situasi ; Ketinggian air 10-30 cm

    – Pengungsi ; nihil.

     d. Desa Matang Ginalon.

     – Situasi ; Ketinggian air 5-30 cm.

     – Pengungsi ; nihil.

3. Kecamatan Haruyan

    a. Desa Haruyan.

    – Situasi ; Ketinggian air 30-70 cm.

    – Pengungsi ; 5 org di pasar Rt.01 Rw.01

    b. Desa Haruyan Seberang.

    – Situasi ; Ketinggian air 30-75 cm.

    – Pengungsi ; 57 orang di Mesjid Mujahidin Rt.05 Rw.02

    – Pengungsi 15 orang di Posko Siaga Rt.03 Rw.01  

    c. Desa Lok Buntar.

    – Situasi ; Ketinggian air 15-45 cm.

    – Pengungsi ; nihil.

    d. Desa Mangunang.

    – Situasi ; Ketinggian air 10-35 cm.

    – Pengungsi ; nihil.

    e. Desa Mangunang Seberang.

    – Situasi ; Ketinggian air 10-40 cm.

    – Pengungsi ; nihil.

    f. Desa Pengambau Hulu.

    – Situasi ; Ketinggian air 10-20 cm.

    – Pengungsi ; nihil.

   g. Desa Pengambau Hilir Dalam.

    – Situasi ; Ketinggian air 15-45 cm.

    – Pengungsi ; nihil.

4. Kecamatan Barabai

    a. Desa Mandingin.

    – Situasi ; Ketinggian air 15-40 cm.

    – Pengungsi ; 40 org di Gedung Juang.

    b. Kelurahan Barabai Timur.

    – Situasi ; Ketinggian air 10-65 cm.

    – Pengungsi ; 40 org di Gedung Juang.

    c. Kel. Barabai Utara.