Tri Rismaharini Bongkar 31.624 ASN Terima Bansos, Ada Dosen dan Tenaga Medis

WARTABANJAR.COM – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan data mengejutkan penerima bantuan sosial (bansos).

Ada 31.624 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masuk sebagai penerima bansos. 28.965 orang di antaranya adalah ASN aktif. Mereka tersebar di 511 kota/kabupaten di 34 provinsi.

Ia menekankan, data tersebut sudah merupakan hasil konsinyering dengan Badan Kepagawaian Negara (BKN).

“Ketemu data 311.122. Profesi mereka bermacam-macam. Ada yang dosen, ASN, tenaga medis, dan sebagainya. Mereka tinggal di jalan-jalan utama kota,” katanya, Jumat (19/11/2021).

Kemensos akan berkoordinasi dan menyerahkan hasil geo-tagging (data dari citra satelit) tersebut kepada pemerintah daerah.

“Supaya dilakukan verifikasi ulang oleh daerah,” kata Mensos.

Untuk pembaruan data dari usulan daerah, Kemensos telah menerima data sebanyak 10.910.564 juta.

“Setelah kami cek dan padankan dengan NIK dari data Adminduk lalu kami kembalikan ke daerah. Hasilnya kami sudah menerima kembali sebanyak 33.851.390. Dari daerah seluruh Indonesia, mereka menyatakan sebanyak 1.450.960 data tidak layak,” katanya.

Kemudian dari fitur “usul” dan “sanggah” didapat data sebanyak 67.647.  Mensos menyatakan, data yang masuk ini juga dilakukan verifikasi sehingga tidak semua langsung dinyatakan layak.

“Data yang layak dan dapat diterima sebanyak  6.102 data dan sebanyak 1.147 data tolak,” kata Mensos.

Kementerian Sosial melakukan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara terus menerus dan sistematis.

Untuk meningkatkan ketepatan sasaran penerima bantuan, Kemensos juga melakukan pemadanan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar di Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, ada enam metoda yang ditempuh Kemensos dalam melakukan pemutakhiran data. Yakni dari usulan daerah, melalui fitur “usul” dan “sanggah” pada aplikasi cekbansos.go.id, dari data bencana, hasil pengecekan lapangan berdasarkan berita media, hasil verifikasi pejuang muda, dan hasil dari geo-tagging data spasial dari citra satelit.

Dari daerah memuat dinamika data kependudukan terkait warga yang meninggal, pindah alamat atau pindah segmen.