WARTABANJAR.COM – Perkembangan penanganan pandemi COVID-19 per 15 November 2021 secara nasional, angka kesembuhan harian bertambah mencapai 706 orang sembuh per hari. Adanya penambahan hari ini meningkatkan angka kumulatif kesembuhan hingga menembus angka 4 juta orang sembuh atau tepatnya 4.098.884 orang (96,4%).
Sejalan dengan itu, kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, berkurang lagi sebanyak 496 kasus dan totalnya menjadi 8.522 kasus (0,2%). Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 221 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.251.076 kasus.
Disamping itu, pasien meninggal juga bertambah lagi sebanyak 11 kasus dan kumulatifnya mencapai 143.670 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 243.422 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 3.845 kasus.
Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah sebanyak 333.169 orang dengan totalnya sudah melebihi angka 130 juta orang atau 130.616.514 orang. Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 390.687 orang dan totalnya meningkat melebihi 84 juta orang atau angka tepatnya 84.552.446 orang. Serta penerima vaksin ke-3 bertambah 2.063 orang dan kumulatifnya melebihi 1,1 juta orang atau 1.191.298 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.
Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat 5 provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi Jawa Barat menambahkan 289 orang dan kumulatifnya 690.990 orang, diikuti DKI Jakarta menambahkan 76 orang dan kumulatifnya 848.573 orang, Jawa Tengah menambahkan 59 orang dan kumulatifnya 454.175 orang, Jawa Timur menambahkan 48 orang dan kumulatifnya 369.038 orang serta DI Yogyakarta menambahkan 35 orang dan kumulatifnya 150.628 orang.
Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di
- DKI Jakarta menambahkan 36 kasus dan kumulatifnya 862.825 kasus
- Jawa Barat menambahkan 27 kasus dan kumulatifnya 706.901 kasus
- Jawa Tengah menambahkan 27 kasus dan kumulatifnya 485.856 kasus
- Jawa Timur menambahkan 26 kasus dan kumulatifnya 398.950 kasus serta
- Kalimantan Barat menambahkan 18 kasus dan kumulatifnya 41.317 kasus.
Pada kasus aktif per provinsi, terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi di







