DPRD Kalsel Lakukan Mediasi Dengan FSPMI Terkait Kenaikan UMP 2022, Ini Hasilnya
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN -
Setelah sempat menjalani mediasi kurang lebih 2 jam di ruang paripurna gedung DPRD Kalsel, Rabu (10/11/21), akhirnya usaha para massa demonstran Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) membuahkan hasil.
Dari hasil mediasi tersebut, pihak DPRD Kalsel akan mendukung dan mengawal kenaikkan UMP tahun 2022, melalui proses dan mekanisme sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketua FSPMI, Yoeyoen Indharto, mengatakan, kalau dari hasil mediasi tersebut, pihak DPRD Kalsel sudah membuat pernyataan UMP tahun 2022 akan dipastikan naik.
"Untuk kenaikan mulai berlaku per januari 2022 nanti," ujar Yoeyoen, kepada awak media, usai menghadiri mediasi dengan DPRD Kalses.
Kendati demikian, ia masih belum mengetahui berapa banyak kenaikan UMP tersebut. Namun yang ia harapkan setidaknya untuk masalah kenaikan UMP tahun 2022 sudah ada kejelasan.
"Setidaknya minimalnya itu 5% atau kalau bisa lebih lah kenaikannya, jangam cuma 1% atau 2% lah naiknya, kalau cuma segitu, itu abal-abal saja lah kenaikannya," ucap Ketua FSPMI.
"Kalau dibawah 3% kenaikannya nanti, saya meyakini bahwa kami wakil dari buruh FSPMI akan 'walk out' dari dewan pengupahan provinsi," tambahnya.
Selain itu, kita juga akan melihat sampai akhir bulan November 2021, bagaimana pihak DPRD Kalsel akan mengawal kasus-kasus normatif yang menyangkut BPJS Ketenagakerjaan dan juga BPJS Kesehatan.
"Kalau tidak ada perkembangan, kasus tersebut akan kita bawa ke Polda Kalsel," Pungkas Yoeyoen. (Qyu)
Baca Juga Reaksi Anies Diroasting Kiky Saputri
Baca Juga Keuntungan Bisnis PCR PT GSI Luhut Binsar Pandjaitan
Editor Restu