Selain itu, tim di lapangan juga melengkapi dokumentasi pemeriksaan visual menggunakan drone.
Adapun anggota tim BPJN Kalsel yang mendampingi tim Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur, yaitu dari Staf PPK 1.1 PJN I Kalsel, Staf KPIJ, Staf Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Coreteam P2JN dan Konsultan Manajemen BPJN Kalsel.
Setelah dokumentasi selesai dilakukan oleh Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur, nantinya akan dilakukan analisis dan penilaian berdasarkan hasil data visual yang didapat.
Selanjutnya jika ditemukan elemen-elemen jembatan yang kurang layak, maka data inilah yang menjadi bahan masukan ke BPJN Kalsel agar dilakukan perbaikan dan pemeliharaan rutin.
Dengan usia Jembatan Barito yang sudah 24 tahun semenjak diresmikan pada tahun 1997 lalu, Direktorat Jenderal Bina Marga melalui BPJN Kalsel dan Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur berkomitmen untuk terus menjaga kekuatan struktur pada Jembatan Barito sebagai infrastruktur penghubung Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Kalimantan tengah. (edj)
Editor: Erna Djedi







