Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus selalu ingat dengan apa yang telah Allah larang, sehingga kita tidak akan melakukan dosa dan kesalahan tersebut. Hal ini menjadi ujian untuk setiap orang yang berusaha dengan sunggu-sungguh agar tidak melakukan dosa baik itu dosa kecil ataupun dosa besar.
Dengan banyak mengingat Allah kita tidak akan terjerumus ke dalam kobaran api neraka tempat yang paling hina.
Keempat, terhindar dari gangguan jin. Iblis ataupun Jin yang dilaknat oleh Allah tidak menyukai orang-orang yang beriman kepada Allah. Dengan sesering mungkin kita berzikir iman kita semakin bertambah kepada Allah, jin ataupun setan juga akan enggan untuk mendekati kita. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Imran ayat 176: “Sesungguhnya mereka adalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.”
Kelima, kebahagiaan setelah kematian. Ketika kita sebagai seorang muslim meninggal dunia, maka harta, istri, anak, dan kekuasaan juga akan meninggalkannya. Tidak ada lagi yang akan tinggal bersamanya selain amal dan ibadah. Saat itulah, amalan zikir akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi dirinya setelah kematian menjemput.
Imam al-Ghazali memberikan perumpamaani menarik akan hal ini. “Ada orang bertanya, ‘Ia sudah lenyap, lalu bagaimana perbuatan zikir kepada Allah masih tetap kekal bersamanya?” Imam Ghazali pun menjelaskan: “Sebenarnya ia tidak benar-benar lenyap, yang juga melenyapkan amalan zikir. Ia hanya lenyap dari dunia dan alam syahadah, bukan dari alam malakut.”
Hal ini tertera dalam Al-quran Surah Ali Imran ayat 169-170. Sungguh luar biasa amalan-amalan zikir. Sesibuk apapun kita di dunia jangan sampai berpaling dan lupa terhadap kewajiban kita.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu. (*)
Editor : Hasby







