”Kami ingin memastikan agar pemain asing maupun pemain lokal, merasa nyaman atas vaksin yang dimasukkan ke tubuh mereka. Ada alasan kemanusiaan terkait vaksin ini,” kata Ram Surahman, sektretaris tim Persebaya.

Selain itu, vaksin untuk pemain asing juga harus melalui beberapa prosedur yang cukup memakan waktu.

Agar bisa terdata di aplikasi pedulilindungi.id, keempat pemain asing ini harus lebih dulu mengantongi Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) yang dikeluarkan Dispendukcapil setempat.

Untuk bisa dapatkan SKTT, pemain asing harus lebih dulu mengantongi Izin Tinggal Sementara (ITAS) yang dikeluarkan Dirjen Imigrasi. Untuk itu, terlebih dulu mereka harus mendapatkan izin kerja dari Kementerian Tenaga Kerja.

Persebaya menaati semua prosedur itu. Kondisi itulah yang membuat vaksin baru diberikan pada Agustus lalu.

Selain keempat pemain asing, di pertandingan nanti Persebaya juga tidak bisa menurunkan dua wonderkid-nya yakni Marselino Ferdinand an Ruy Arianto. Keduanya juga baru mendapatkan vaksin dosis pertama. Hanya saja, kasus keduanya berbeda.

Marsel dan Ruy baru pada 23 Agustus lalu dapatkan vaksin dosis pertama. Sebelum ini, mereka terkendala aturan batasan usia vaksin minimal 18 tahun.

Keduanya, tahun ini baru menginjak usia 17 tahun. Karenan itu, di Piala Menpora 2021, Marselino ditolak untuk mendapatkan vaksin. Dan, baru Agustus ini, vaksin untuk usia di bawah 18 tahun baru tersedia. (*)

Editor: Erna Djedi