Warga Pencari Kayu Manis di Pedalaman Loksado Bisa Bernapas Lega, Ini Penyebabnya

Menurut mereka, harga kayu manis memang berflutuasi, dulu penah hanya rp16 ribu per kilogram, kemudian turun naik, sampai Rp35 ribu per kilogram, lalu naik sampai Rp60 ribu per kilogram, sekarang memang sempat turun naik, terakhir cukup tinggi Rp75 ribu per kilogram.

Kayu manis bagi warga Loksado merupakan usaha turun temurun, mereka mengebunkan tanaman tersebut di pegunungan kawasan tersebut, sejak ditanam hingga mampu berproduksi paling cepat enam tahun, tetapi yang ideal adalah sepuluh tahun, karena pohonnya cukup besar sehingga menghasilkan kulit kayu manis cukup banyak.

Hanya saja lantaran lahan kian terbatas maka usaha berkebun kayu manis kian kepadalaman, atau perjalanan jalan kaki setengah hari dari rumah mereka, walau jauh tetapi tetap digeluti, karena sebelum tanam kayu manis biasanya mereka membuka ladang dengan menanam padi gunung jenis buyung, setelah itu baru tanam kayu manis.

Sekarang bukan hanya kayu manis yang membaik harganya tetapi juga kemiri atau keminting yang juga usaha turun temurun juga naik sekarang mencapai Rp30 ribu per kilogram kemiri kupas, sementara harga karet yang juga usaha turun temurun juga naik mencapai Rp10 ribu per kilogram. (ant)
Editor: Erna Djedi