WARTABANJAR.COM, CILACAP - Sebanyak 490 napi penghuni Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengikuti vaksinasi COVID-19 untuk meningkatkan kekebalan.

"Sebetulnya yang didaftarkan sebanyak 510 napi, seluruhnya WBP (warga binaan pemasyarakatan) yang menghuni Lapas Narkotika," kata Koordinator Lapas Se-Nusakambangan dan Cilacap Jalu Yuswa Panjang melalui saluran telepon yang diterima ANTARA di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat sore.

Akan tetapi setelah menjalani skrining yang dilakukan tim medis, kata dia, hanya 490 napi yang bisa mendapatkan vaksin karena 20 napi lainnya rata-rata memiliki tekanan darah tinggi.

Ia mengatakan vaksinasi yang dilaksanakan di Lapas Narkotika tersebut melibatkan tim medis Rumah Sakit Bantuan (Rumkitban) 04.08.01 Cilacap, Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Cilacap.

"Setelah di Lapas Narkotika, selanjutnya akan dilaksanakan vaksinasi bagi 470 napi penghuni Lapas Kelas II A Kembang Kuning pada hari Senin (9/8) disusul lapas lainnya yang ada di Nusakambangan," kata dia yang juga Kepala Lapas Kelas I Batu Nusakambangan.

Ia mengatakan secara keseluruhan jumlah napi di Kabupaten Cilacap, baik yang menghuni delapan lapas di Nusakambangan maupun di Lapas Kelas II B Cilacap mencapai 2.861 orang.

Khusus untuk pelaksanaan vaksinasi bagi napi Lapas II B Cilacap, kata dia, lapas telah berkomunikasi dengan Puskesmas Cilacap Tengah terkait dengan kegiatan tersebut.

"Kami belum mendapatkan informasi mengenai kapan pelaksanaan vaksin bagi napi Lapas Kelas II B Cilacap," katanya.

Sebelumnya, Jalu mengharapkan vaksinasi napi yang menghuni delapan lapas di Pulau Nusakambangan dapat segera dilaksanakan karena pada tanggal 26 Juli 2021, ada satu napi asal Jakarta yang telah lama menghuni Lapas Permisan meninggal dunia karena COVID-19.

Ia mengatakan berdasarkan hasil tes cepat, ada 18 petugas Lapas Permisan yang positif, sehingga mereka menjalani isolasi mandiri di Cilacap.

Selain itu ada 180 napi yang positif dengan gejala ringan sehingga menjalani isolasi di dalam lapas dan tiga napi yang dirawat di RSUD Cilacap.