APBD Defisit, Pemkab HST Tetap Laksanakan Proyek Penunjukan Langsung dan Tender

Pengembangan Jaringan Perpipaan SPAM BNA Barabai untuk Kawasan Kecamatan Pandawan yang nilainya Rp 3,3 miliar. Tender dimenangkan oleh CV. Sandi Borneo yang beralamat di Pantai Hambawang Timur, HST.

Di Dinas Pendidikan dapat ditemukan terbanyak paket tender dan PL yang proyeknya sebagian sudah berjalan.

Diantaranya adalah paket tender rehabilitasi ruang kelas di SDN 2 Awang nilainya Rp 354,4 juta, di SDN 1 Kayu Bawang nilainya Rp 401,7 juta, di SDN Kecil Batu Perahu nilainya Rp 401,3 juta, di SDN Ilung nilainya Rp 401,6 juta, di SDN 2 Pemangkih nilainya Rp 526 juta, di SDN 2 Barikin nilainya Rp 535 Juta, di SDN 1 Pajukungan nilainya Rp 803,1 juta, SDN 1 Kasarangan nilainya Rp 803,2 juta, SDN 1 Batu Benawa Rp 397,1 juta.

Yang menarik adalah proyek pembangunan di SMPN 6 HST, yaitu untuk Rehabilitasi Ruang Perpustakaan beserta perabotnya nilainya Rp 303,4 juta, Rehabilitasi Ruang Laboratorium IPA beserta perabotnya Rp 327,6 juta dan rehabilitasi ruang kelas beserta perabotnya nilainya Rp 433,6 juta dikerjakan oleh tiga CV yang berbeda, yaitu CV. Amanah Meru Parakanca, CV. Ar-rahmah dan CV. Alifan Jaya.

Selanjutnya yaitu rehabilitasi ruang kelas beserta perabotnya di SMPN 25 Satu Atap HST nilainya Rp 565,4 juta, di SMPN 11 HST nilainya Rp 380,1 juta, di SMPN 1 HST nilainya Rp634,7 juta, di SMPN 3 HST juga ada pembangunan rehabilitasi ruang tata usaha dan ruang guru masing-masing nilainya Rp 317,7 juta dan Rp 308,4 juta.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda HST M Fakhrurazi saat dikonfirmasi menerangkan seluruh tender maupun PL semuanya saat ini sistem alpikasi dilakukan benar-benar secara transparan dan pemenang lelang pun dapat dilihat di laman LPSE.

“SKPD yang mau bertender, biasanya menyerahkan datanya kepada kami dulu untuk di review baik itu masalah harga, spesifikasi, peralatan dan personelnya, setelah itu jika ada perbaikan kami serahkan lagi ke SKPD. Jika dokumen sudah lengkap baru kami upload ke aplikasi,” katanya saat diwawancari di kantor termewah pemkab HST tersebut, karena masuk saja harus menggunakan sidik jari.

Ia menambahkan, karena masih pandemi COVID-19 ini, tender maupun PL, lebih banyak dilakukan secara online tidak offline, walaupun dia tidak menampik ada juga tender yang melalui proses offline. (ant)

Editor: Erna Djedi