WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Sekian kalinya Korem 101/Antasari menggelar Serbuan vaksinasi TNl di wilayah Kalimantan Selatan.

Jumlah peserta vaksin terus mengalami peningkatan sehingga harus mengantre dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selama dua hari, Sabtu (17/7/2021) dan Minggu (18/7), melaksanakan Serbuan Vaksin di Duta Mall Banjarmasin, dengan pelaksana Kodim 1007/Banjarmasin, tercatat terjadi peningkatan jumlah peserta.

Pada hari Sabtu terdaftar 1.014 orang namun yang dapat divaksin sebanyak 969 orang, 45 orang ditunda dikarenakan masalah kesehatan.'

Untuk Minggu (18/7), jumlah terdaftar 1.138 orang namun yang dapat divaksin sebanyak 1127 orang, 11 orang ditunda dikarenakan masalah kesehatan atau tensi tinggi.

Kegiatan Serbuan Vaksinasi TNI digelar di lantai dasar Transmart yang berada di kawasan Duta Mall Banjarmasin.

“Kita ketahui penyebaran Covid-19 saat ini masih terus meningkat, bahkan untuk dipulau Jawa dan Bali telah diterapkan PPKM Darurat, hal ini juga menjadi perhatian yang serius untuk diwilayah Kalimantan Selatan” ucap Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah.

“Untuk wilayah Kalimantan Selatan beberapa hari terakhir ini adanya peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19, akan tetapi Korem 101/Antasari terus melakukan serbuan vaksinasi TNI guna untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” lanjut Danrem yang dikenal dekat dengan media ini.

Kegiatan vaksinasi dihadiri oleh Kasi Ops Kasrem 101/Antasari, Kolonel Inf Leonardus Kunto Wibisono, Dandim 1007/Bjm Kolonel Inf Oki Adriansyah, Dandenkesyah Banjarmasin Letkol Ckm Anang Junaidi dan Karumkit TK-III dr. R Soeharsono Banjarmasin Letkol Ckm dr Awaluddin

Jenis Vaksin yang digunakan vaksin Sinovac sebanyak 112 Vial /1127 orang, dengan tenaga vaksinator berjumlah 65 orang terdiri dari Nakes TNI AD RS TK III Bjm Dr. Soeharsono 45 orang, Nakes Poltekes 8 orang dan Dinkes Kota Banjarmasin berjumlah 12 orang.

Bagi masyarakat yang belum melaksanakan vaksin maupun yang ditunda karena masalah kesehatan, dapat melaksanakan vaksin dikegiatan serbuan vaksinasi berikutnya. (edj)

Editor: Erna Djedi