Kembangkan Wisata Sungai Banjarmasin, Wali Kota Ibnu Sina Akan Tambah Unit Transportasi Air
Keterangan foto: Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina. Foto: Antara Kalsel
WARTABANJAR. COM, BANJARMASIN-Sebagai kota yang mengandalkan sungai untuk objek wisata, Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan segera menambah unit transportasi sungai untuk wisata.
Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan wakilnya, H Arifin Noor yang baru resmi menjabat sejak 23 Juni 2021, menargetkan penambahan transportasi sungai untuk wisata ini menjadi prioritas yang segera dilakukannya.
Agar kegiatan kepariwisataan kota ini lebih maju maka harus didukung dengan peralatan transportasi sungai yang memadai, sehingga pariwisata berbasis sungai makin hidup.
Ibnu Sina menyatakan program menghidupkan pariwisata sungai dengan menambahkan transportasi sungai tersebut ditargetnya tuntas hingga 2022.
"Ini harus diagendakan untuk master plan, saat ini sudah ada 5 shelter dan dermaga yang sudah kita bangun. Tahun ini harus ditambah lagi untuk bisa operasional," ujarnya.
Dia menyampaikan, pengadaan transportasi sungai tidak harus mewah seperti kapal pesiar.
Cukup hanya seperti transportasi sungai biasa di daerah ini, yakni kelotok namun didesain yang bagus dan nyaman untuk penumpang.
Menurut Ibnu Sina, dengan adanya peralatan penunjang untuk transportasi darat ini, akan sangat membantu moda transportasi massal berbasis sungai, sehingga bisa mengurai kemacetan di darat.
Di antaranya adalah di daerah Sungai Lulut.
Di pintu masuk Sungai Lulut sudah ada transportasi sungainya, pihaknya akan mencoba lagi membuat 4-5 unit kelotok.
Pada periode pertama kepemimpinannya dengan H Hermasyah, yakni, 2016--2021, Ibnu Sina sudah mencita-citakan Kota Banjarmasin akan menjadi kota sungai terindah di Indonesia.
Sebagaimana sebutannya sebagai kota seribu sungai, Kota Banjarmasin sudah mengembangkan wisata sungai sebagai ikonnya, salah satunya wisata siring sungai Martapura di Jalan Piare Tendean di Banjarmasin Tengah.
Objek wisata yang ada menara pandang, patung raksasa bekantan, pasar terapung setiap akhir pekan, juga ada aneka kuliner hingga susur sungai.
Kawasan tersebut sebelum masa pandemi COVID-19 ini sudah dikunjungi sekitar 6.000 orang setiap pekannya. (ant)
Editor: Yayu Fathilal