“Untuk pengemudi mobil atau pengguna jalan, terutama pemotor, perlu hati-hati melintas. Kalau tidak, bisa saja slip dan jatuh atau amblas,” ujarnya.

Aparat Desa Labunganak HST Bagian Umum dan Perencanaan, Arpani mengharapkan jalan tersebut terlebih dulu bisa dilakukan pemadatan. Mengingat jembatan Sungai Batang II belum selesai sehingga jalan di Desa Labunganak tersebut menjadi jalan alternatif bagi kendaraan roda enam.
“Mudahan bisa pemadatan dulu, karena percuma kalau pengaspalan. Sedangkan jembatan Sungai Batang II belum selesai,” ucapnya.
Pihaknya pada pertengahan Meii 2021 lalu sudah mengajukan permohonan ke dinas PUPR setempat.
Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi dari pihak terkait mengenai penanganan kerusakan jalan di kawasan tersebut. (dya)
Editor: Erna Djedi







