Sebagai industri yang dinamis, pemain baru silih berganti menawarkan berbagai produk. Beberapa pemain lama juga melakukan diversifikasi bisnis dengan membuka perusahaan dengan varian makanan berbeda dari kakaknya.
Berbeda dengan tren tersebut, Renny dan suami lebih memilih untuk fokus berinovasi pada bisnis Ayam Keprabon yang dirintisnya. Fokus tersebut membuat Ayam Keprabon lebih mahir dalam menciptakan inovasi, termasuk Sushi Geprek yang sukses viral dan menggebrak media sosial di periode akhir 2020 lalu.
Buka peluang untuk kolaborasi dengan siapa pun
Renny menekankan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan siapapun, asalkan bisa memberikan keuntungan atau kemudahan untuk konsumen.
Jangan puas ketika sudah go-digital
Banyak bisnis makanan dan minuman yang puas ketika sudah go-digital dan bergabung menjadi mitra layanan pesan antar makanan dan layanan pembayaran digital.
Padahal di luar sana, kompetitor pun melakukan hal serupa. Renny dan timnya mengambil satu langkah lebih maju dengan memaksimalkan kampanye yang dilakukan layanan pembayaran digital dengan berbagai promosi untuk menarik pembeli.
Memanusiakan manusia
Bagi Renny, aset terbesar ada pada sumber daya manusia sebagai penggerak bisnis. Untuk memupuk loyalitas dan relasi yang panjang, Renny dan suami berpegang pada satu prinsip, yaitu memanusiakan manusia.
Berbagai tradisi dan aktivitas untuk karyawan dilakukan, seperti perayaan ulang tahun, momen melahirkan, hingga liburan tahunan tak pernah dilewatkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kesejahteraan karyawan.
“Saya bersyukur sekali dipertemukan dengan orang-orang baik yang mau bergerak bersama memajukan bisnis Ayam Keprabon Express. Bermula dari 4 orang karyawan, saat ini ada lebih dari 600 karyawan dan semua sudah seperti keluarga. Ayam Keprabon Express tidak akan jadi seperti hari ini tanpa kehadiran orang-orang hebat ini.” ujar Renny.
“Itulah sebabnya, semangat juang saya untuk terus menjalankan Ayam Keprabon Express semakin besar di tengah pandemi.
Lebih daripada keuntungan bisnis, ada tanggung jawab moral yang saya emban pada hajat hidup ratusan karyawan serta konsumen setia Ayam Keprabon Express,” kata Renny.
Amati, Tiru, Modifikasi
Lahir dengan nama Ayam Keprabon, ide bisnis mulanya terinspirasi ketika Renny dan suami mendatangi sebuah tempat makanan ayam geprek di Yogyakarta.
“Tempatnya sangat sederhana, sayang sekali padahal bisa dimaksimalkan. Dari situ saya dan suami akhirnya memiliki ide untuk mengangkat menu ayam geprek dalam konsep yang lebih mapan,” kata Renny.
“Setelah melalui berbagai persiapan, lahirlah Ayam Keprabon yang namanya terinspirasi dari lokasi gerai pertama Ayam Keprabon di Jl. Teuku Umar No. 30, Solo. Daerah tersebut juga dikenal sebagai daerah Keprabon. Sementara kata ‘express’ ditambahkan khusus pada gerai waralaba dengan tujuan lebih merepresentasikan hidangan yang enak, murah, praktis dan akrab di tengah masyarakat kota yang dinamis,” tutup Renny. (ant)
Editor: Erna Djedi







