Gedung pencakar langit yang selesai dibangun pada tahun 2000 itu merupakan pusat perbelanjaan barang-barang elektronik dan perkantoran di pusat kota yang mengalami kemajuan pesat di wilayah selatan China yang berbatasan dengan Hong Kong.
Tayangan video di beberapa media sosial di China menunjukkan ratusan orang panik dan berlarian saat gedung tersebut berguncang dengan sendirinya.
Salah satu teori yang diunggah oleh Lu Jianxin selaku kepala teknisi China Construction Science and Industry Corp, menyebutkan bahwa fenomena langka itu akibat resonansi mekanik yang dipicu oleh gerakan eksternal.
“Jika tidak ada catatan gempa pada saat itu, bisa jadi ada frekuensi yang tidak disengaja, yaitu resonansi,” ujarnya. (ant)
Editor: Yayu Fathilal






