Di Pusat kuliner sendiri terdapat 44 kios permanen yang diresmikan pada 2016 dengan harapan bisa mengembangkan kuliner dan produk lokal di ‘Bumi Saraba Kawa’ ini.
Namun hingga memasuki tahun kelima pusat kuliner tak beroperasi sesuai harapan dan banyak kios yang tutup.
Pemerintah Kabupaten Tabalong pun terus berupaya menghidupkan pusat kuliner ini agar bangunan lama tidak mubazir dan bisa memberikan kontribusi bagi PAD. (ant)
Editor: Erna Djedi







