Cegah Penularan COVID-19, Berbagai Acara di Taiwan Dibatalkan, Termasuk Pentas Seni Idul Fitri untuk Pekerja Migran Indonesia
WARTABANJAR.COM, TAIPEI-Pentas seni untuk ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) yang merayakan Idul Fitri 1442 Hijriah di Taipei ditiadakan menyusul makin banyaknya warga setempat yang terinfeksi COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir.
"Keputusan kami bersama Pengurus Cabang Internasional Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan sudah tepat. Pemerintah secara resmi juga mengumumkan pembatalan kegiatan di Taman Daan," demikian informasi yang diterima ANTARA Beijing dari Global Workers' Organization (GWO), lembaga nonpemerintahan Taiwan yang bergerak pada pemberdayaan pekerja migran asing, Rabu (12/5/2021).
Sebelumnya, PCINU Taiwan dan GWO memutuskan pembatalan salat Idul Fitri yang semula direncanakan digelar di Taman Taipei Travel Plaza pada Kamis (13/5/2021).
Kemudian Wakil Wali Kota Taipei, Huang Shanshan, Selasa (11/5/2021), juga membatalkan perayaan Idul Fitri di Taman Daan yang semula dijadwalkan pada Minggu (16/5/2021).
Pemerintah Kota Taipei rutin mengadakan panggung hiburan Lebaran khusus pekerja migran Indonesia di setiap hari Ahad pertama bulan Syawal.
Biasanya, Pemkot Taipei mengundang artis dari Indonesia.
Pembatalan tersebut berdasarkan pengumuman Pusat Komando Pengendalian Epidemi Taiwan (CECC) terkait larangan penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan 100 orang untuk mencegah meluasnya wabah COVID-19.
Biro Pengembangan Tenaga Kerja Kementerian Perburuhan Taiwan juga mengeluarkan kebijakan terkait dukungan sponsor dari instansi pemerintahan pada penyelenggaraan salat Id yang bakal dihadiri oleh ribuan PMI.
Otoritas pemerintah di Keelung dan Yilan telah membatalkan acara salat Id yang digelar PMI.
Salat Id di Tainan dan Pingtung yang rencananya digelar di tempat terbuka dengan perkiraan 300 tamu wajib mematuhi pedoman CECC, demikian laporan Kantor Berita Taiwan, CNA.
Biro itu juga meminta pejabat pemerintahan di Hualien berkonsultasi dengan CECC terkait penyelenggaraan salat Id di dalam ruangan.
Atas pertimbangan CECC itu pula, Pemkot Taipei menangguhkan kegiatan belajar tatap muka di sekolah.
Tak hanya itu, bahkan acara wisuda juga digelar virtual.
Bahkan National Taiwan University dan Chinese Cultural University yang menggelar wisuda juga membatasi undangan.
Kompetisi basket P.League+ yang mempertandingkan empat klub terbaik pun digelar tanpa penonton.